Marmut Merah Jambu
(Raditya Dika )
“Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?”
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa
mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap,
pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali,
hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
“Bagaimana semesta bisa berkonspirasi hingga dua orang bisa actually ketemu memang mendekati keajaiban.”
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
― Raditya Dika, Marmut Merah Jambu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar